Minggu, 20 Februari 2011

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
HALAMAN 70 SOAL 1-9
a. Rasio Lancar (current ratio)
Tahun 5 Tahun 4

= AKTIVA LANCAR = AKTIVA LANCAR
KEWAJIBAN LANCAR KEWAJIBAN LANCAR

= 13570000 = 12324000
5900000 6320000

= 2,3 = 1,95

b. Rasio Cepat ( Acid-test Ratio)
Tahun 5 Tahun 4

= CURRENT ASSETS – INVENTORY = 12324000 - 7050000
CURRENT LIABILITIES 6320000
= 13570000-7250000 = 0,84
5900000
= 1,1

c. Nilai Buku per lembar Saham
Tahun 5 Tahun 4

= HARGA PASAR PER LEMBAR SAHAM = 47,75
NILAI BUKU PER LEMBAR SAHAM 500000
= 73,50 = 1,34 = 9,55
550000

d. Rasio Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin Ratio)
Tahun 5 Tahun 4

= PENJUALAN – HARGA POKOK PENJUALAN = 41700000 - 29190000
PENJUALAN 41700000
= 48400000 – 31460000 = 0,3 = 30%
48400000
= 0,35 = 35%





e. Jumlah hari untuk menjual persediaan (Days to sell inventory)
Tahun 5 Tahun 4

= PERSEDIAAN RATA-RATA = 7150000
HARGA POKOK PENJUALAN/360 29160000/360
= 7150000 = 7150000
31460000/360 81000
= 7150000 = 88 Hari
87388
= 81 Hari


f. Kelipatan bunga dihasilkan (Times interest Earned)
Tahun 5 Tahun 4

= LABA SEBELUM PAJAK DAN BEBAN BUNGA = 41725000
BEBAN BUNGA 39970000
= 48500000 = 1,04
46140000
= 1,05

g. Ratio harga-Laba atas saham biasa (common stock price-to earning ratio)
Tahun 5 Tahun 4

= HARGA PASAR PER LEMBAR SAHAM = 47,75
LABA PER SAHAM 1500000
= 73,50 = 3,18
1550000
= 4,74

h. Pengeluaran Modal Kotor
Tahun 5 Tahun 4

= KEWAJIBAN JANGKA PANJANG = 5710000
EKUITAS 10090000
= 5350000 = 0,56
11875000

= 0,45

Minggu, 16 Januari 2011

LAMPU MERCUSUAR BATU
PERTAMA MEMANFAATKAN
CAHAYA 24 LILIN

Mercusuar pertama yang telah didokumentasikan adalah mercusuar Alexandria, yang di bangun pada abad 200 sebelum masehi di Pulau Pharos, oleh raja Ptolemy dari mesir. Di anggap sebagai salah satu keajaiban dunia, di perkirakan tingginya mencapai 492 kaki (150 meter)-lebih tinggi tiga kali lipat dari mercusuar modern. Pihak romawi juga membangun mercusuar untuk kepentingan navigasi mereka. Abad 90 sesudah masehi, kaisar Caligula memerintahkan untuk membangun sebuah mercusuar di Dover. Mercusuar pertama yang terbuat dari batu yang bernama Smeaton Eddystone. Di bangun di selatan Plymouth, Inggris, oleh John Smeaton, di sebut bapak teknik sipil, tahun 1756. lampu yang ada menggunakan nyala api 24 lilin. Sayang mercusuar ini hancur karena terbakar. Saat ini lampu yang ada di mercusuar setara dengan 20 juta lilin, dinyalakan oleh lampu xenon bertekanan tinggi.
KHASIAT BUAH MANGGA


Taman mangga (Mangifera Indica L) pertama kali berasal dari india, Srilangka, dan pakistan yang selanjutnya menyebar ke daerah tropis lainnya termasuk Indonesia.

Komponen daging buah mangga yang paling banyak adalah air, karbohidrat dan juga serat, selain itu ada protein, lemak, vitamin dan mineral yang di butuhkan oleh tubuh. Ada zat tambahan yang membuat aroma buah mangga beda dengan buah lain di sebut avotil.
Protein yang di kandung dalam mangga terdapat dalam bentuk enzim, sejenis dengan papain dalam buah pepaya. Fungsi utamannya untuk melindungi mangga dari serangga perusak, tetapi ketika masuk dalam tubuh manusia berfungsi menyehatkan saluran pencernaan manusia. Asam amini dan protein mangga sangat lengkap, dari amino essential sampai non essential, karena itu mengkonsumsi buah mangga dalam jumlah yang besar dalam satu kali asupan dapat meningkatkan berat badan anda.

Zat Lupeol dalam
Mangga dapat
Menjadi anti
Peradangan,
Antiarthis bahkan
Anti tumor

Kabar menggembirakan kandungan lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan sangat rendah. Dan tidak mengandung kolesterol. Vitamin dalam dosis yang cukup tinggi seperti vitamin A, C da B kompleks sangat baik untuk tubuh.

Mangga matang memiliki vitamin C lebih rendah dari mangga yang muda, begitu pula kandungan karbohidratnya lebih rendah dari yang mentah. Mineral yang penting seperti kalsium, besi, magnesium, phosphor dan kalium cukup bagus dalam buah mangga, bahkan anti oksidan seperti zinc dan selenium terdapat dalam buah mangga. Karena itu untuk memelihara kesehatan buah mangga bisa menjadi buah yang bisa diperhitungkan.

Zat lupeol dalam mangga merupakan zat yang luar biasa, yang bisa merupakan anti peradangan, antiartithis dan bahkan anti tumor terutama tumor kulit. Kandungan seratnya sekitar 1,8 % sangat berkontribusi untuk menunjang kebutuhan serat tubuh, terutama kandungan serat tidak larutnya bisa mempercepat waktu transit makanan dalam usus dan memperlancar BAB.

Kandungan Flavonoid dalam buah mangga berfungsi menurunkan kadar lemak dalam serum, bahkan bisa melindungi tubuh dari radikal bebas.
(YOHANES SUNARDI)

Rabu, 29 Desember 2010

TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI UNGGULAN KOMPETITIF


PENDAHULUAN
Saat ini kompetisi bagi perusahaan – perusahaan di bidang apapun sangat ketat dan perusahaan sangat dituntut untuk kreatif dan inovatif, serta juga mampu menarik perhatian konsumen. Dengan semakin banyaknya persaingan maka perusahaan membutuhkan nilai plus yang dapat membedakan perusahaan dengan pesaing lainnya.
Selain perusahaan harus mempunyai produk yang berkualitas, tetapi juga perusahaan harus selalu update dengan informasi yang ada dan mampu memanfaatkan informasi tersebut untuk kelangsungan perusahaannya bukan hanya untuk jangka pendek tetapi untuk jangka yang panjang agar perusahaan dapat terus bertahan(going concern).
PERUSAHAAN DALAM LINGKUNGANNYA
Sistem perusahaan adalah sistem lingkaran tertutup dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan-tujuannya tercapai. Perusahaan juga merupakan sistem terbuka dimana perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungan, mengubahnya menjadi barang dan jasa, dan mengembalikan sumber daya tersebut kepada lingkungan.
Terdapat delapan jenis elemen utama yang ada dalam lingkungan semua perusahaan. Delapan elemen ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan. Delapan elemen ini meliputi:
  • Pemasok
    menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa
  • Pelanggan mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai
  • Serikat buruh adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tidak terampil
  • Masyarakat keuangan terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia perusahaan
  • Pemegang saham atau pemilik adalah orang-orang yang menanamkan modalnya di perusahaan
  • Pemerintah yakni orang yang memberikan batasan-batasan dalam bentuk undang-undang dan peraturan serta memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi, dan dana
  • Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melakukan operasinya
Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen ini melalui arus sumber daya. Semua sumber daya dari lingkungan yang memasuki perusahaan akhirnya kembali kepada lingkungan. Arus yang sering mengalir mencakup arus informasi dari pelanggan, arus material kepada pelanggan, arus uang kepada pemegang saham, arus mesin dari pemasok, dan arus pekerja dari serikat buruh. Arus yang agak jarang meliputi arus uang dari pemerintah, arus material kepada pemasok, dan arus pekerja kepada pesaing. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan semua elemen tersebut adalah informasi.
KEUNGGULAN KOMPETITIF
Banyak cara untuk mencapai keunggulan kompetitif, diantaranya adalah:
·        Menyediakan barang dan jasa dengan harga murah,
·        Menyediakan barang dan jasa dengan kualitas yang lebih baik daripada pesaing,
·        Memenuhi kebutuhan khusus statu segmen pasar tertentu.
Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan leverage di pasaran. Manajer dapat menggunakan sumber daya fisik dan konseptual untuk mencapai tujuan.
Beberapa preusan telah dapat mempublikasikan secara luas perusahaannya karena menggunakan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif. Diantaranya:
·        American Airlines dengan sistem pemesanan penerbangan “Sambre”-nya
·        American Hospital Supply dengan jeringan EDI(Electronic Data Interchange)
·        Mc Kesson Drug dengan system distribusinya yang disebut Economost.
Hal penting yang harus diperhatikan untuk mencapai keunggulan – keunggulan tersebut adalah:
·        Tidak terbatas dengan menggunakan sumberdaya fisik saja  tetapi dengan memanfaatkan sumberdaya informasi
·        Memusatkan sumberdaya informasi kepada pelanggan atau konsumen
SUMBER DAYA INFORMASI
Jenis-jenis dari sumber daya informasi terdiri dari perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, spesialis informasi, pemakai, fasilitas, database, dan informasi. Untuk mencapai keunggulan kompetitif, manajer harus menyadari tiap elemen tersebut sebagai sumber daya informasi dan mengelolanya dengan efektif.
PENGELOLA SUMBER DAYA INFORMASI
Chief Information Officer (CIO) adalah manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya tidak hanya untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumber daya informasi tetapi juga berbagai area lain dari operasi perusahaaN. Peran ini seharusnya dilaksanakan oleh manajer jasa informasi tingkat puncak.
MENINGKATNYA KERUMITAN MANAJEMEN INFORMASI
Semakin banyak informasi yang didapatkan perusahaan, maka tugas manajemen akan semakin rumit sehinga tanggung jawab tidak hanya berada pada puncak CIO, namun semua manajer dalam perusahaan.
PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK PERUSAHAAN
Perencanaan strategis merupakan perencanaan jangka panjang karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan memberikan perusahaan posisi yang paling menguntungkan dalam lingkungannya serta menentukan strategi-strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Di dalam perusahaan, komite eksekutif bertanggungjawab atas perencanaan strategis. Komite memiliki rencana bisnis strategis yang berguna untuk memantau kinerja sepanjang tahun dan mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan situasi yang berubah. Komite eksekutif juga memerlukan sebuah rencana fungsional yang merinci area-area yang akan mendukung perusahaan menuju tujuan strategisnya.
PERENCANAAN STRATEGIS SUMBER DAYA INFORMASI
Pendekatan SPIR
Solusi untuk masalah tidak memadainya sumber daya informasi adalah perencanaan strategis sumber daya informasi (strategic planning for information resources) atau SPIR. Dalam hal ini, rencana strategis untuk jasa informasi dan rencana strategis untuk perusahaan dikembangkan secara bersamaan. Rencana perusahaan mencerminkan dukungan yang dapat disediakan oleh jasa informasi, dan rencana jasa informasi mencerminkan kebutuhan dukungan sistem di masa depan.
Isi Rencana Strategis Smber Daya Informasi
Rencana ini harus menjelaskan tujuan-tujuan yang akan dicapai oleh tiap subsistem CBIS selama periode yang tercakup dalam jangka waktu perencanaan, dan sumber daya informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
END-USER COMPUTING SEBAGAI MASALAH STRATEGIS
Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan kemampuan komputer mereka, yaitu:
  • Pemakai akhir tingkat Menu (Menu-Level End Users). Sebagian pemakai akhir tidak mampu menciptakan perangkat lunak mereka sendiri tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi dengan menggunakan menu-menu berbasis Windows dan Mac.
  • Pemakai Akhir Tingkat Perintah (Command-Leve End Users). Sebagian pemakai akhir memiliki kemampuan menggunakan perangkat lunak jadi yang lebih dari sekedar memilih menu.
  • Pemakai Akhir Tingkay Perintah (End Users Programmers). Sebagian pemakai akhir dapat menggunakan bahasa-bahasa pemrograman dan mengembangkan program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka
  • Personil Pendukung Fungsional (Functional Support Personnel). Personil pendukung fungsional ini adalah spesialis informasi dalam arti sesungguhnya tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manajer unit bisnis mereka.
Ciri tingkatan kemampuan pemakai akhir adalah (1)semua tingkat memiliki kemampuan untuk mengembangkan berbagai aplikasi, dan (2)tidak seorangpun yang merupakan anggota organsisasi jasa informasi.
EUC memiliki manfaat kepada perusahaan dalam dua cara utama:
  • Menyeimbangkan kemampuan dan tantangan. Pemindahan beban kerja pengembangan sisitem ke pemakai akan meringankan kerumitan para spesialis sehingga mereka dapat bekerja lebih baik pada areanya
  • Mengurangi kesenjangan komunikasi. Dengan membiarkan pemakai mengembangkan aplikasi mereka sendiri, akan mengurangi kesenjangan komunikasi.
EUC juga dihadapkan pada beberapa risiko sebagai berikut:
  • Sistem yang buruk sasarannya. Pemakai akhir mungkin menerapkan komputer untuk penerapan yang seharusnya dilakukan dengan cara lain
  • Sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya. Pemakai akhir cenderung mengabaikan perlunya dokumentasi rancangan agar sistem dapat dipelihara
  • Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien. Saat tidak ada pengendalian terpusat atas perolehan perangkat keras dan peangkat lunak, perusahaan dapat memiliki perangkat keras yang tidak kompatibel dan perangkat lunak yang berlebihan
  • Hilangnya integritas data. Pemakai akhir mungkin kurang berhati-hati dalam memasukkan data ke database perusahaan sehingga akan mempengaruhi output dan keputusan
  • Hilangnya keamanan. Pemakai akhir mungkin tidak melindungi data dan perangkat lunaknya
  • Hilangnya pengendalian. Pemakai mengembangkan sistem untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa menyesuaikan pada suatu rencana yang memastikan dukungan komputer bagi perusahaan
KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA INFORMASI
Manajemen sumber daya informasi (information resources management) atau IRM adalah aktivitas yang dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai. Agar perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu ada satu set kondisi tertentu. Kondisi tersebut meliputi :
  • Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumber daya informasi yang unggul
  • Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama
  • Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak
  • Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuant perencanaan strategis
  • Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi
  • Startegi untuk mendorong dan mengelola end-user computing

SUMBER:


Selasa, 21 Desember 2010

tugas 6, sistem informasi berbasis komputer


PENDAHULUAN


Di era globalisasi ini sangatlah ketat persaingan di dalam mempromosikan suatu barang maupun suatu jasa maka dari itu dibutuhkan suatu infomasi yang tepat, aktual, terpercaya, dan cepat. Informasi adalah salah satu sumber daya bagi manajemen, ada lima jenis sumber daya yaitu:

  1. Manusia (Personal)
  2. Materi (Material)
  3. Mesin (Machines)
  4. Uang (Money)
  5. Informasi (Information + data)

Komputer dalam pengolah informasi terdiri dari beberapa aplikasi yang
berbasis komputer seperti SIA, SIM, OA, dll. Pada minggu ini, penulis ingin mengulas tentang Sistem Informasi Berbasis Komputer. Sebelum penulis membahas lebih jauh, di bawah ini adalah pendeskripsian dari Sistem Berbasis Komputer.

Ø  Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Ø  Informasi adalah suatu output yang telah diterima lalu diolah hingga menjadi suatu output yang digunakan untuk pengambilan keputusan oleh manajer dalam suatu perusahaan. Baik secara lisan maupun tulisan.
Ø  Komputer adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mempermudah pengolahan data.

Sistem Informasi ”Berbasis Komputer”  mengandung sebuah makna bahwa komputer berperan penting dalam sebuah sistem informasi. Meskipun dalam penerapannya, sistem informasi tidak harus menggunakan komputer dalam pelaksanaan kegiatannya. Tetapi di dalam praktek nya sebuah komputer sangatlah penting, tanpa adanya komputer sistem informasi pasti berjalan kurang baik.


SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu system pengolahan data menjadi sebuah informasi yang digunakan untuk membantu di dalam pengambilan keputusan di dalam suatu perusahaan. Informasi disajikan dapat secara lisan atau tulisan oleh suatu pengolah informasi. Gambar di bawah ini adalah CBIS yang menggambarkan lima subsistem yang menggunakan komputer.





 
 





1)    Dasar dan tujuan pengolahan data

1.1 Dasar pengolahan data

Pengolahan data adalah pemrosesan suatu data baik berupa angka karakter, simbol, gambar, dll bertujuan untuk mendapatkan data yang lebih akurat

1.2 Tujuan pengolahan data

Tujuan pengolahan data adalah untuk mendapatkan suatu informasi dalam bentuk yang lebih baik yang sebelumnya data tersebut sudah diolah melalui suatu teknologi.

2)    Tugas pengolahan data

Tugas  urutan pengolahan data sebagai berikut:

a.    Mengambil progran atau data yang dibutuhkan
b.    Menyimpan data atau program tersebut
c.    Menjalankan proses logika pada data
d.    Menyimpan hasil antara dan hasil akhir pengolahan
e.    Menampilkan data dari hasil pengolahan (output)

3)    Contoh sistem pengolahan data

Contoh sistem pengolahan data adalah Laporan Keuangan. Berikut penjelasannya.

a.    Mencatat transaksi yang ada
b.    Kita simpan transaksi tersebut dan kita klasifikasikan data tersebut, dan  jika adanya penyesuaian dari suatu transaksi
c.    Kita olah data transaksi tersebut hingga jurnal penutup maupun jurnal pembalik hingga adanya suatu laporan keuangan.
d.    Kita simpan data keuangan perusahaan tersebut secara baik-baik dan aman.
e.    Kita informasikan data keuangan perusahaan tersebut kepada pihak yang membutuhkan laporan keuangan tersebut baik dari pihak intern maupun ekstern.

4)    Peranan pemrosesan data dalam pemecahan masalah

Peranan pemrosesan data dalam pemecahan masalah adalah untuk menemukan persoalan yang terjadi dan untuk memberikan suatu penyelesaian serta bisa memutuskan sebuah penyelesaian yang baik.

5)    Manfaat pengolahan data
Manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
a.    Meminimalkan tenaga manusia karena beberapa pekerjaan dapat dilakukan secara otomatis dengan batuan teknologi yang ada.
b.    Kemampuan sebuah komputer dalam memproses data dalam jumlah kapasitas lebih besar.
c.    Keakuratan sebuah data lebih terjamin.

tugas 5 sistem penunjang keputusan


PENDAHULUAN


Dalam suatu usaha pasti terdapat beberapa permasalahan yang dapat mengganggu kegiatan produksi antara lain: permasalahan mengenai alat-alat produksi, permasalahan mengenai sistem informasi, dll. Di dalam permasalahan yang terjadi pasti dibutuhkan suatu pemecah masalah yang memuat berbagai keputusan-keputusan yang merupakan suatu tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan suatu masalah yang bertujuan untuk menghindari atau mengurangi tingkat resiko dari permasalahan tersebut.
Menurut Herbert A. Simon (Englewood Cliffe, NJ: Prentice-Hall, 1977), 46 suatu keputusan berada pada suatu rangkaian kesatuan dengan keputusan terprogram dan keputusan tak terprogram. Keputusan terprogram bersifat “berulang dan rutin, sampai pada batas hingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan de nove (sebagai sesuatu yang baru) tiap kali terjadi”. Keputusan tak terprogram bersifat “baru, tidak terstruktur, dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yang pasti untuk menangani masalah ini karena belum pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tidak terlihat / rumit, / karena begitu pentingnya sehingga memerlukan perlakuan yang sangat khusus.
Untuk mendapatkan suatu keputusan tidaklah mudah pasti membutuhkan beberapa proses untuk menghasilkan suatu keputusan yang berkualitas.
Sistem penunjang keputusan (decision support system) adalah suatu sistem yang menyediakan informasi pemecahan masalah maupun kemampuan berkomunikasi dalam memecahkan masalah semi-terstruktur. Informasi yang dihasilkan dapat berupa laporan periodikdan khusus, dan output dari model matematika dan sistem pakar. Komunikasi digunakan oleh para manager ketika mereka terlibat dalam pemecahan masalah. Penulis akan lebih jauh mengulas tentang sistem pendukung keputusan di bawah ini.




SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
           
1.1      Maksud pembuatan keputusan & Teori yang menjelaskannya.

Sistem penunjang keputusan atau yang sering dikenal dengan decision support system (DSS) adalah suatu sistem yang menyediakan informasi pemecahan masalah maupun kemampuan berkomunikasi dalam memecahkan masalah semi-terstruktur. Informasi yang dihasilkan dapat berupa laporan periodik dan khusus, dan output dari model matematika dan sistem pakar.
Menurut Herbert A. Simon ada suatu rangkaian keputusan dengan keputusan terprogram dan keputusan tak terprogram seperti yang telah diulas oleh penulis sebelumnya. Ada beberapa tahap pengambilan keputusan menurut Simon yaitu:
1.      Kegiatan Intelijen
Kegiatan intelijen berkaitan dengan sebuah langkah yang bergerak dari suatu tingkat sistem ke subsistem dan bagian-bagian sistem yang dianalisis secara berurutan dan kegiatan yang mengamati lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki.
2.      Kegiatan Merancang
Kegiatan merancang berhubungan dengan sebuah langkah mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai altenatif dan kegiatan dimana menemukan, mengembangkan, dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin.
3.      Kegiatan Memilih
Kegiatan memilih bertujuan untuk memilih solusi terbaik dan kegiatan yang memilih satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia.
4.      Kegiatan Menelaah
Kegiatan menelaah berkaitan dengan sebuah langkah yang menerapkan solusi untuk menindak lanjuti dan menilai pilihan – pilihan yang lalu.



1.2      Konsep pengertian dasar dan tujuan SPK (DSS).

Konsep DSS dimulai pada akhir tahun 1960 dengan timesharing komputer. Pada tahun inilah, seseorang untuk pertama kalinya dapat berinteraksi langsung dengan komputer tanpa harus melalui spesialis informasi.
Pada tahun 1971, istilah DSS diciptakan oleh G. Anthony Gorry & Michael S. Scott Morton. Adapun tujuan dan maksud diciptakannya DSS untuk mengarahkan aplikasi komputer kepada suatu pengmabilan keputusan manajemen dan mengembangkan yang telah dikenal sebagi Gorry and Scott Morton Grid.
Gorry dan Scott Morton menggambarkan jenis-jenis keputusan menurut struktur masalah. Tahap-tahap pengambilan keputusan Simon digunakan untuk menentukan struktur masalah.
Ada 3 macam masalah:
1.      Masalah Struktur merupakan suatu masalah yang memiliki tiga tahapan yaitu intelijen, rancangan, dan pilihan sehingga masalah mudah diidentifikasi dan dimengerti.
2.      Masalah tak terstruktur suatu masalah yang tidak memiliki tiga tahapan struktur yang dikemukakan oleh Simon.
3.      Masalah semi-terstruktur merupakan suatu masalah yang memiliki satu atau dua tahapan seperti yang telah dikemukakan oleh Simon di atas.

Tujuan SPK adalah sebagi berikut:
1.        Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi-terstruktur.
2.        Mendukung penilaian manajer bukan untuk mecoba menggantikannya.
3.        Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan daripada efisiensinya.

1.1      Model SPK (DSS)

Ada tiga subsistem model DSS yaitu:

1.      Perangkat Lunak Penulis Laporan
Perangkat lunak penulis laporan menghasilkan laporan peridik yang disiapkan sesuai jadwal dan biasanya dihasilkan oleh perangkat lunak yang dikodekan ke dalam bahasa pemrograman seperti COBOL atau PL/I..2
2.   Model Matematika
Model matematika menghasilkan suatu informasi sebagai hasil dari sirmulasi yang melibatkan beberapa kmponen dari sistem fisik perusahaan
3.      Groupware
Groupware beberapa pemcah masalah bekerja sama sebagai satu kelompok untuk mencapai suatu solusi. Para anggota kelompok berkomunikasi secara langsung maupun melalui groupware.


1.4     Peranan SPK (DSS) dalam pemecahan masalah

GDSS berkontribusi pada pemecahan masalah dengan berkomunikasi yang lebih baik yang memungkinkan keputusan yang lebih baik dengan menjaga diskusi terfokus pada masalah yang menyebabkan kita dapat menghemat waktu. Dengan penghematan waktu tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi lebih banyak lagi alternatif.